Saran Merawat Bayi Agar Tetap Sehat

Tahukah Anda cara merawat bayi agar terhindar dari malnutrisi? Caranya masih berkaitan dengan pemberian gizi yang seimbang dan asupan ASI. Artikel ini akan membahasnya sekaligus kapan waktu yang tepat untuk menghentikan pemberian ASI. Jadi, ada baiknya untuk memperhatikan langkah-langkah merawat bayi berikut ini!

Cara merawat bayi baru lahir yang pertama adalah dengan mencukupi kebutuhan ASI. Air Susu Ibu merupakan asupan nutrisi dan makanan terbaik untuk bayi. ASI memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI lebih baik diberikan setelah lahir hingga 6 bulan tanpa asupan makanan lainnya, setelah itu pemberian ASI dilakukan selama 2 tahun dengan selingan asupan makanan pendamping ASI.

Salah satu penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang pada periode tersebut adalah rendahnya mutu makanan pendamping ASI (MP-ASI) (Depertemen Kesehatan RI, 2003). Untuk mendapatkan mutu makanan yang baik, pendidikan gizi jauh lebih efektif dibandingkan dengan suplementasi makanan dan integrasi pelayanan kesehatan dasar maupun subsidi pangan (Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, 2004).

Selanjutnya dokter akan menilai kulit, kepala dan wajah, jantung dan paru-paru, sistem saraf, perut dan alat kelamin bayi. Kulit biasanya kemerahan, walaupun jari-jari tangan dan jari-jari kaki nampak agak kebiruan karena sirkulasi darah yang kurang baik dalam jam-jam pertama kehidupan bayi baru lahir. Menu makanan si Kecil saat ini adalah makanan yang dikonsumsi anggota keluarga. Bila perlu, makanan masih dicincang atau disaring kasar disesuaikan dengan kondisi pencernaan si KecilBahan makanan untuk orang dewasa juga dapat digunakan untuk membuat makanan si Kecil.

Kerabat kita mungkin belum paham soal perawatan khusus yang diperlukan bayi prematur, apalagi saat musim flu tiba. Jangan merasa bersalah untuk meminta orang lain tidak menyentuh atau menggendong bayi ibu, terutama bayi yang lahir prematur. Mintalah dengan sopan pada kerabat atau teman untuk tidak membawa anak-anak balita ke rumah, hal ini karena anak-anak belum menyadari arti kebersihan. Apabila ada yang keberatan, ibu bisa beralasan: Maaf, ya. Ini saran dari dokter”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s